Dalam dunia konten sosial media yang serba cepat seperti TikTok dan Instagram, script video bukan sekadar catatan kecil sebelum take. ia adalah fondasi yang menentukan arah kontenmu. Banyak kreator tidak menyadari bahwa sebagian besar kegagalan konten berasal dari kesalahan dalam membuat script video, bukan dari kamera, editing, atau equipment lain.
Ketika script tidak terstruktur, penonton akan merasa bingung atau tidak mendapatkan manfaat sejak awal. Efeknya? Mereka cepat skip. Bahkan ide yang bagus bisa gagal total jika script tidak memberikan hook kuat atau alur yang jelas. Karena itu, memahami kesalahan dalam membuat script video adalah langkah penting sebelum memikirkan efek, transisi, atau gaya editing.
Artikel ini membahas berbagai kesalahan umum yang sering dilakukan kreator saat menulis script, termasuk cara memperbaikinya. Baik untuk kreator pemula, UMKM, maupun editor konten, memahami hal ini akan membuat proses pembuatan konten jauh lebih efisien dan hasilnya lebih profesional.
Dapatkan Ebook Mulai Kontenmu dari Nol Sampai Cuan Sekarang Juga, KLIK DISINI!
Kesalahan 1, Memulai Tanpa Riset Audiens
Salah satu kesalahan dalam membuat script video yang paling sering terjadi adalah menulis script tanpa riset audiens terlebih dahulu. Banyak kreator langsung menulis apa yang mereka pikir bagus, tanpa mempertimbangkan siapa yang akan menonton. Padahal, konten yang relevan adalah konten yang memahami kebutuhan audiensnya.
Ketika kamu tidak melakukan riset audiens, masalah yang muncul antara lain:
- Script tidak menjawab masalah penonton
- Bahasa yang digunakan tidak cocok untuk segmen tertentu
- Informasi tidak sesuai level pengetahuan audiens
- Konten terasa “nggak nyambung” dan akhirnya di skip
Riset audiens sederhana saja sudah sangat membantu seperti contoh pahami apa yang mereka cari, format konten favorit mereka, dan cara mereka menyerap informasi. Jika riset tidak dilakukan, risiko kesalahan dalam membuat script video akan semakin besar sejak awal proses.
Kesalahan 2, Hook yang Tidak Kuat
Hook adalah 3–5 detik pertama yang menentukan apakah penonton bertahan atau pergi. Ketika hook lemah, penonton tidak menemukan alasan untuk terus menonton videomu. Ini adalah kesalahan dalam membuat script video yang sangat merugikan, terutama di platform cepat seperti TikTok.
Beberapa bentuk kesalahan pada hook:
- Pembukaan terlalu panjang
- Tidak memberikan manfaat jelas
- Tidak memunculkan konflik, rasa penasaran, atau value
- Tidak relevan dengan target penonton
Contoh hook yang buruk :
“Di video kali ini aku mau…”
Contoh hook yang baik :
“Banyak orang gagal bikin konten karena satu kesalahan fatal ini dan kamu mungkin juga melakukannya.”
Membangun hook yang kuat adalah skill yang wajib dimiliki kreator agar script lebih memikat sejak awal.
Kesalahan 3, Alur Cerita Tidak Terstruktur
Banyak kreator memiliki ide bagus, tetapi karena tidak membuat alur terstruktur, videonya jadi tidak jelas arahnya. Ini termasuk salah satu kesalahan dalam membuat script video yang membuat penonton cepat kehilangan fokus.
Problem yang sering muncul ketika alur tidak rapi:
- Script terasa lompat-lompat
- Penonton tidak memahami pesan utama
- Transisi antar poin tidak halus
- Ada bagian yang terasa “tidak penting”
Cara termudah memperbaiki alur adalah menggunakan struktur 3 bagian:
- Pembuka (Hook)
- Isi (Value utama)
- Penutup (CTA)
Dengan alur yang jelas, script akan terasa natural, mengalir, dan mudah diikuti.
Kesalahan 4, Terlalu Banyak Informasi
Banyak kreator pemula mengira semakin banyak informasi, semakin bagus konten mereka. Padahal, overload informasi justru membuat pesan utama tidak tersampaikan. Ini adalah kesalahan dalam membuat script video yang paling sering dilakukan pemula.
Beberapa bentuk oversharing:
- Menjelaskan terlalu detail
- Memasukkan banyak topik dalam satu video
- Script terlalu panjang dan bertele-tele
- Value utama tenggelam
Ingat: video pendek harus padat dan fokus. Pilih satu pesan utama dan bangun script di sekitarnya.
Kesalahan 5, Tidak Menggunakan Bahasa Percakapan
Script yang ditulis seperti makalah atau presentasi formal akan terasa kaku saat dibacakan. Ini membuat penonton tidak merasa diajak ngobrol, tetapi seperti sedang mendengar pidato. Tentu saja ini termasuk kesalahan dalam membuat script video yang bisa membuat engagement turun.
Tanda script kamu terlalu formal:
- Kalimat panjang
- Bahasa terlalu teknis
- Tidak ada varian intonasi
- Tidak terdengar seperti percakapan santai
Gunakan bahasa natural, seperti sedang bicara ke teman, bukan audiens formal. Itu yang membuat video terasa lebih manusiawi.
Kesalahan 6, Call to Action yang Tidak Jelas
CTA (Call to Action) adalah langkah yang mengarahkan penonton setelah menonton video. Tapi banyak kreator salah dalam meletakkan CTA atau malah lupa memasukkannya. Ini adalah kesalahan dalam membuat script video yang membuat konten kehilangan tujuan.
CTA yang buruk biasanya:
- Terlalu umum: “Jangan lupa like ya!”
- Tidak relevan dengan isi video
- Tidak memberikan alasan kuat
- Tidak mengajak tindakan yang jelas
Contoh CTA yang baik:
“Kalau kamu ingin belajar bikin script video yang lebih efektif, komen ‘mau’ ya. Nanti aku buatin versi lengkapnya.”
Kesalahan 7, Tidak Menguji Script Sebelum Take
Script yang tidak dibaca ulang atau diuji sebelum take akan terasa kaku saat kamu mengucapkannya. Ini adalah kesalahan dalam membuat script video yang sering diremehkan.
Masalah yang muncul:
- Tempo tidak natural
- Ada bagian yang terlalu panjang
- Intonasi tidak enak saat dibacakan
- Flow terasa tidak mengalir
Membaca script dengan suara keras (test read) sangat penting untuk memastikan script nyaman saat diucapkan.
Cara Meminimalkan Kesalahan Saat Membuat Script Video
Untuk menghindari berbagai kesalahan dalam membuat script video, kamu bisa menerapkan metode sederhana berikut:
Penjelasan:
Dengan mengikuti panduan dasar, kamu bisa memastikan script lebih rapi, efektif, dan menarik.
Poin-poin:
- Tentukan audiens sejak awal
- Buat hook kuat dan relevan
- Tulis alur 3 bagian
- Hindari informasi berlebihan
- Gunakan bahasa percakapan
- Uji script sebelum take
- Selalu berikan CTA
Cara-cara sederhana ini jika diterapkan secara konsisten akan memberikan peningkatan besar pada kualitas kontenmu.
Rekomendasi Belajar Mulai dari Dasar Lewat Ebook Mulai Kontenmu dari Beruang Digital
Jika kamu merasa masih sering melakukan kesalahan dalam membuat script video, atau ingin meningkatkan kualitas kontenmu tanpa trial & error berlebihan, Ebook “Mulai Kontenmu Dari Nol sampai Cuan” dari Beruang Digital adalah pilihan terbaik untuk memulai.
Mengapa ebook ini membantu?
- Penjelasan step-by-step
- Cocok untuk kreator, UMKM, dan pemula
- Membahas teknik membuat script efektif
- Menyediakan tugas tugas interaktif yang dapat kamu selesaikan sambil memperbaiki kualitas kontenmu
- Ada contoh yang bisa langsung dipakai
Dengan mempelajari ebook dari Beruang Digital ini, kamu bisa mempercepat proses belajar dan menghindari banyak kesalahan pemula.
Baca Juga : Cara Membuat Script Video Konten Efektif & Menarik untuk Audiens
Saatnya Upgrade Kualitas Script Videomu
Kesalahan dalam membuat script video sering kali tampak sepele, padahal dampaknya besar terhadap performa konten. Dengan memahami kesalahan-kesalahan di atas dan menerapkan perbaikannya, kamu bisa membuat video yang lebih engaging, relevan, dan profesional.
Jika kamu ingin belajar konten dari dasar tanpa bingung mulai dari mana, dapatkan Ebook “Mulai Kontenmu Dari Nol sampai Cuan” dari Beruang Digital.
👉 Ebook lengkap yang berisi panduan, template, strategi, dan formula untuk membuat konten lebih mudah dan cepat menghasilkan.
Konsultasi langsung hubungi kami melalui website www.beruangdigital.id atau nomor telepon 0851-1763-6569!

