Memahami Technical SEO Adalah: Pengertian, Aspek dan Best Practice di Tahun InI!

Kenapa Technical SEO Tidak Boleh Diabaikan

Banyak pemilik website merasa sudah “melakukan SEO” karena rajin nulis artikel, riset keyword, dan update konten tiap minggu. Tapi anehnya, hasilnya segitu-gitu aja. Artikel sudah banyak, tapi ranking susah naik. Traffic juga pelan.

Kalau kamu pernah ada di posisi ini, besar kemungkinan masalahnya bukan di konten, tapi di bagian teknis website.

Di sinilah kita mulai kenalan dengan technical SEO.
Sederhananya, technical SEO adalah fondasi agar website kamu bisa dipahami dengan baik oleh mesin pencari sekaligus nyaman dipakai pengunjung.

Ibarat rumah, konten itu furnitur dan dekorasi. Tapi technical SEO adalah pondasi, listrik, dan saluran airnya. Kalau fondasinya retak, sebagus apa pun dekorasinya, rumah tetap bermasalah.

Makanya, di artikel ini kita akan bahas technical SEO adalah salah satu hal penting optimasi SEO dari dasar sampai best practice yang relevan untuk kondisi sekarang dengan bahasa santai, tanpa ribet teknis berlebihan.

Download Ebook SEO Website, Tiktok dan Instagram dari Beruang Digital Sekarang Juga!

Technical SEO Adalah: Pengertian Dasar dan Inti Konsepnya

Sebelum masuk ke teknis, kita lurusin dulu pengertiannya yaitu Technical SEO Adalah?

Technical SEO adalah proses optimasi aspek teknis website agar mesin pencari seperti Google bisa melakukan crawling, indexing, dan memahami website dengan lebih mudah, sekaligus memastikan pengalaman pengguna tetap nyaman.

Fokus technical SEO adalah optimasi website namun bukan:

  • nambah keyword
  • nulis artikel
  • bikin backlink

Tapi lebih ke:

  • apakah website bisa diakses dengan cepat
  • apakah halaman bisa dibaca dengan baik di mobile
  • apakah strukturnya rapi
  • apakah aman
  • apakah tidak bikin pengunjung kesal

Kalau on page SEO fokus ke “isi”, dan off page SEO fokus ke “reputasi”, maka technical SEO adalah optimasi SEO yang fokus ke mesinnya.
Tanpa technical SEO:

  • konten bisa susah diindeks
  • halaman berat dan lambat
  • user cepat kabur
  • ranking jadi mentok

Makanya Google makin serius menilai aspek teknis, terutama yang berhubungan langsung dengan pengalaman pengguna.

cta beruang digital

Komponen Utama Technical SEO yang Wajib Dipahami

Bagian ini salah satu inti penting. Di sini kita bahas komponen technical SEO yang sekarang benar-benar diperhatikan Google, yaitu Page Experience Signals.

Apa Itu Page Experience Signals?

Page Experience Signals adalah kumpulan sinyal dari Google untuk menilai seberapa nyaman pengalaman pengguna saat mengakses website kamu.

Google sudah sangat jelas: website yang cepat, aman, dan ramah pengguna akan lebih diutamakan dibanding website yang ribet dan lambat.

Mari kita bahas satu per satu.

a. Core Web Vitals

Core Web Vitals adalah metrik utama untuk mengukur performa dan kenyamanan website. Ada tiga komponen utama:

• Largest Contentful Paint (LCP)

Ini mengukur seberapa cepat elemen terbesar di halaman muncul. Biasanya berupa banner, gambar utama, atau judul besar.
Idealnya:

  • LCP di bawah 2,5 detik

Kalau halaman baru kebuka tapi konten utamanya lama muncul, user akan merasa website lambat.

• First Input Delay (FID)

Ini mengukur seberapa cepat website merespons interaksi pertama user, misalnya klik tombol atau menu.
Kalau user klik tapi website “diam” beberapa detik, itu nilai FID-nya buruk.

• Cumulative Layout Shift (CLS)

Ini mengukur seberapa stabil tampilan halaman.
Pernah nggak mau klik tombol, tapi tiba-tiba layout geser dan salah klik? Nah, itu contoh CLS buruk. Google nggak suka website yang bikin user kesel.

b. Mobile-Friendliness

Sekarang mayoritas orang buka website dari HP. Google pun menerapkan mobile-first indexing, artinya versi mobile website yang dinilai lebih dulu.

Website mobile-friendly berarti:

  • teks mudah dibaca
  • tombol tidak terlalu kecil
  • layout rapi di layar kecil

Kalau website kamu bagus di desktop tapi berantakan di HP, itu sudah jadi masalah technical SEO.

c. HTTPS

HTTPS bukan cuma soal keamanan, tapi juga kepercayaan.

Website yang masih HTTP:

  • dianggap kurang aman
  • bisa muncul peringatan di browser
  • menurunkan kepercayaan user

Sementara HTTPS:

  • data lebih aman
  • jadi sinyal ranking ringan dari Google
  • bikin pengunjung lebih nyaman

Sekarang, HTTPS itu wajib, bukan opsional.

d. Intrusive Interstitial Guidelines

Ini berkaitan dengan pop-up yang mengganggu.

Contoh intrusive interstitial:

  • pop-up nutup layar penuh pas halaman baru dibuka
  • iklan yang susah ditutup
  • ajakan download aplikasi yang menutupi konten

Google menganggap ini merusak pengalaman pengguna. Kalau kebanyakan pop-up, website bisa kena dampaknya secara SEO.

cta beruang digital

Best Practice Technical SEO untuk Website Saat Ini

Kalau technical SEO diibaratkan mesin mobil, maka best practice ini adalah perawatan rutinnya. Bukan cuma bikin jalan, tapi bikin mesin awet, irit, dan tidak mogok di tengah jalan. Banyak website sebenarnya “bisa jalan”, tapi performanya pelan karena bagian teknisnya tidak pernah dicek serius.

Nah, di bawah ini kita bahas satu per satu secara lebih konkret, bukan cuma daftar poin.

1. Penerapan HTTPS yang Tepat (Bukan Sekadar Pasang SSL)

Banyak yang merasa sudah aman karena “SSL sudah aktif”. Padahal, technical SEO adalah optimasi yang tidak berhenti di pasang SSL saja.

Yang perlu dicek:

  • Pastikan semua halaman otomatis redirect dari HTTP ke HTTPS
  • Tidak ada mixed content (misalnya gambar masih HTTP)
  • Versi www dan non-www konsisten (pilih salah satu)

Kenapa ini penting?
Karena Google melihat HTTPS sebagai standar keamanan. Website yang masih setengah-setengah biasanya:

  • memunculkan warning di browser
  • menurunkan trust user
  • membuat Google ragu soal keamanan

Ibarat toko, HTTPS itu seperti pintu dengan kunci. Kalau pintunya sudah bagus tapi jendelanya masih bolong, tetap dianggap tidak aman.

2. Cek Crawling dan Indexing Secara Berkala

Ini salah satu kesalahan paling sering: website sudah punya banyak artikel, tapi ternyata tidak semuanya terindeks Google.

Gunakan Google Search Console untuk:

  • cek halaman mana saja yang terindeks
  • melihat error seperti Excluded, Discovered but not indexed
  • memastikan halaman penting tidak terblokir robots.txt atau noindex

Contoh kasus nyata:
Kamu sudah nulis artikel panjang, optimasi keyword, tapi ternyata halaman itu:

  • tidak bisa di-crawl
  • atau dianggap duplikat
  • atau terblokir tanpa sadar

Itu seperti kamu punya brosur bagus, tapi disimpan di gudang dan tidak pernah dibagikan ke siapa pun.

3. Optimasi Internal Linking dan Outbound Linking

Internal link sering dianggap sepele, padahal ini bahasa navigasi untuk Google.
Internal linking yang baik:

  • membantu Google memahami struktur website
  • menyebarkan “kekuatan SEO” antar halaman
  • memudahkan user pindah dari satu topik ke topik lain

Contohnya:
Artikel tentang “technical SEO adalah” bisa mengarah ke:

  • artikel on-page SEO
  • artikel off-page SEO
  • panduan SEO pemula

Sedangkan outbound link (link ke website lain) berfungsi sebagai:

  • referensi
  • penguat konteks
  • tanda bahwa konten kamu terhubung dengan ekosistem topik yang sama

Website tanpa internal link itu seperti buku tanpa daftar isi, bingung mau mulai dari mana.

4. Cek Duplicate Content Secara Berkala

Duplicate content bukan berarti copas dari website lain saja.
Sering kali duplikasi muncul karena:

  • URL berbeda tapi isi sama
  • versi HTTP & HTTPS aktif bersamaan
  • halaman kategori dan artikel saling tumpang tindih

Kalau Google menemukan banyak halaman dengan isi mirip, dia akan bingung:

“Halaman mana yang harus saya tampilkan?”

Solusinya:

  • gunakan canonical tag dengan benar
  • pastikan satu topik utama fokus ke satu halaman
  • hindari membuat banyak halaman mirip hanya demi keyword

Ingat, technical SEO adalah soal kejelasan, bukan kuantitas halaman.

5. Optimasi Multimedia Website (Gambar & Video)

Website lambat sering kali bukan karena teks, tapi karena gambar dan video yang tidak dioptimasi.

Best practice yang sering terlewat dari technical SEO adalah :

  • ukuran gambar terlalu besar
  • tidak pakai kompresi
  • video langsung autoplay

Solusi praktis:

  • kompres gambar sebelum upload
  • gunakan format modern seperti WebP
  • aktifkan lazy loading agar gambar baru dimuat saat dibutuhkan

Ibaratnya, jangan bawa koper besar kalau isinya cuma baju tipis. Website juga begitu, ringkas tapi efektif.

6. Optimasi Page Speed (Kecepatan Website)

Kecepatan adalah inti dari technical SEO modern.

Beberapa langkah penting:

  • aktifkan GZIP atau Brotli
  • minimalkan CSS & JavaScript
  • gunakan caching
  • pastikan hosting stabil dan sesuai kebutuhan

Website lambat biasanya:

  • bikin user cepat keluar
  • menurunkan engagement
  • mengurangi peluang ranking

Google ingin memberikan hasil terbaik, dan website lambat jelas bukan pengalaman terbaik.

7. Mobile Testing dan Penggunaan Responsive Design

Karena Google pakai mobile-first indexing, maka versi mobile website adalah yang paling dinilai.

Yang perlu dicek:

  • apakah teks mudah dibaca tanpa zoom
  • apakah tombol tidak terlalu rapat
  • apakah layout tidak berantakan

Gunakan:

  • Mobile-Friendly Test
  • PageSpeed Insights

Website yang bagus di desktop tapi buruk di HP = masalah technical SEO serius.

8. Monitoring dan Audit Berkala (Jangan Nunggu Error)

Technical SEO adalah bukan kerja sekali jadi. Website bisa berubah:

  • plugin update
  • tema ganti
  • konten bertambah

Semua itu bisa memunculkan error baru.
Biasakan:

  • cek Google Search Console rutin
  • pantau PageSpeed Insights
  • lakukan audit teknis ringan tiap bulan

Anggap saja audit pada technical SEO adalah seperti servis motor. Lebih baik cek rutin daripada nunggu mogok di tengah jalan.

cta beruang digital

Belajar Technical SEO Lebih Terarah dengan Ebook Panduan SEO Beruang Digital

Masalah umum belajar technical SEO adalah terlalu banyak potongan informasi. Baca satu artikel, buka video lain, tapi tidak pernah benar-benar nyambung.

Di sinilah Ebook Panduan SEO Website, TikTok, dan Instagram dari Beruang Digital jadi relevan. Ebook ini membantu kamu memahami SEO secara menyeluruh, termasuk technical SEO, tanpa harus loncat-loncat sumber.

Pendekatannya bertahap, tidak langsung teknis berat, dan dikaitkan dengan praktik nyata yang sering ditemui pemilik website.

Baca Juga : SEO Adalah? Pengertian, Jenis, dan Cara Kerja SEO di Website, Instagram, & TikTok

Dapatkan Ebooknya Sekarang

Sekarang kamu sudah tahu bahwa technical SEO adalah fondasi penting yang menentukan apakah website kamu bisa berkembang atau tidak. Tanpa technical SEO yang rapi, SEO lain akan sulit maksimal.

Kalau kamu ingin website lebih sehat, lebih cepat, dan lebih siap bersaing, mulai perhatikan sisi teknisnya. Pelan-pelan, satu per satu, tapi konsisten.

Dan kalau kamu ingin belajar SEO secara lebih terarah dan tidak ribet, Ebook Panduan SEO Website, TikTok, dan Instagram dari Beruang Digital bisa jadi panduan yang pas untuk menemani proses belajarmu 🚀

Informasi produk lebih lengkap hubungi kami melalui nomor telepon/whatsapp 0851-1763-6569 atau website www.beruangdigital.id

Download Ebook SEO

Share the Post:
Related Post