Perbandingan Marketplace Terkini Shopee vs Tokopedia vs TikTok Shop, Siapa Juaranya?
E-commerce di Indonesia tahun 2025 semakin kompleks. Pertumbuhan TikTok Shop membuat lanskap perdagangan digital berubah. Social commerce berbasis video pendek kini menjadi tren, membuat banyak penjual pemula tertarik karena akses audiens terasa lebih mudah. Namun, Shopee dan Tokopedia masih memimpin dari sisi volume transaksi dan jumlah pengguna aktif bulanan.
Di sisi lain, seller menghadapi tantangan biaya admin yang naik, iklan marketplace makin mahal, dan pajak 11% yang wajib dihitung. Itulah sebabnya penjual tidak bisa asal ikut tren. Memilih platform jualan online terbaik harus didasarkan pada strategi yang sesuai produk, target pasar, serta modal. Artikel ini akan membantu Anda memahami perbandingan marketplace terkini, yaitu Shopee, Tokopedia, dan TikTok Shop.
1. Mengenal Karakteristik Utama Shopee, Tokopedia, dan TikTok Shop
Setiap marketplace punya DNA berbeda. Mengetahuinya sejak awal akan membantu seller memilih platform yang paling cocok. Berikut karakteristik platform shopee vs tokopedia vs tiktok :
-
Shopee
Shopee dikenal sebagai marketplace dengan basis pengguna paling besar di Indonesia. Keunggulannya terletak pada UI/UX yang ramah pengguna, promo besar-besaran seperti gratis ongkir, flash sale harian, hingga voucher cashback. Namun, sisi lain dari kemudahan ini adalah persaingan harga yang sangat ketat. Banyak seller terjebak perang harga demi tampil kompetitif. -
Tokopedia
Tokopedia lebih mapan sebagai marketplace “klasik” yang kuat di segmen produk harian, kebutuhan rumah tangga, hingga brand lokal. Platform ini cocok bagi seller yang ingin membangun kepercayaan dan reputasi jangka panjang. Namun, untuk produk impulsif seperti fashion viral, performa Tokopedia sering kali kalah cepat dibanding TikTok Shop. -
TikTok Shop
Integrasi konten video dan live streaming menjadi keunggulan utama TikTok Shop. Fitur “buy from content” membuat penonton bisa langsung membeli tanpa meninggalkan aplikasi. Bagi produk fashion, beauty, atau lifestyle, TikTok Shop sangat efektif. Tapi tantangannya jelas: seller harus konsisten membuat konten menarik. Tanpa konten, toko Anda akan sulit ditemukan.
2. Fitur & Fungsi Penting yang Menjadi Penentu Keunggulan
Beberapa fitur menentukan seberapa besar peluang penjual bisa sukses di masing-masing platform. Berikut akan dijelaskan perbedaan marketplace dari segi fitur dan fungsi
1. Promosi & Iklan
- Shopee punya sistem iklan internal (Shopee Ads) dengan pilihan keyword, discovery, dan shop ads.
- Tokopedia dengan TopAds fokus pada pencarian produk, cocok untuk seller dengan produk harian.
- TikTok Shop unggul lewat iklan konten dan live selling, membuat produk bisa viral dengan cepat.
2. Manajemen Toko & Stok
- Shopee dan Tokopedia menyediakan dashboard lengkap, mudah memantau stok, pengiriman, hingga laporan keuangan.
- TikTok Shop masih relatif baru. Fokusnya lebih ke distribusi konten ketimbang manajemen stok.
3. Logistik & Pengiriman
- Shopee dan Tokopedia sudah terintegrasi dengan hampir semua ekspedisi di Indonesia.
- TikTok Shop masih terbatas, tapi mulai menambah gudang (warehouse) sendiri untuk mempercepat distribusi.
3. Biaya dan Komisi: Siapa yang Paling Ringan?
Perbandingan marketplace antara Shopee vs Tokopedia Vs Tiktok shop berikutnya adalah mengenai biaya admin yang sering menjadi faktor krusial. Kesalahan menghitung bisa membuat margin keuntungan hilang.
-
Shopee: Rata-rata komisi 5–10% tergantung kategori. Produk kategori elektronik dan fashion biasanya lebih tinggi.
-
Tokopedia: Hampir sama dengan Shopee, namun ada tambahan biaya layanan jika ikut promo tertentu.
-
TikTok Shop: Sistem gabungan, yakni biaya komisi 5% ditambah biaya tetap per pesanan.
Tips menjaga margin Shopee vs Tokopedia vs Tiktok Shop:
- Hindari mengandalkan 1 produk murah → coba strategi bundling.
- Masukkan biaya admin ke dalam perhitungan harga jual sejak awal.
- Gunakan program promo hanya jika perhitungannya masih menguntungkan.
4. Kelebihan & Kekurangan Masing-Masing Platform
a. TikTok Shop
✅ Engagement tinggi berkat konten.
✅ Cocok untuk produk visual.
❌ Pencairan dana kadang lambat.
❌ Seller butuh skill konten yang konsisten.
b. Shopee
✅ Basis pengguna terbesar, traffic masif.
✅ Tools seller center lengkap.
❌ Persaingan harga ekstrem.
❌ Biaya admin makin terasa berat.
c. Tokopedia
✅ Reputasi marketplace terpercaya.
✅ Cocok untuk produk repeat order & brand lokal.
❌ Kurang agresif di fitur social commerce.
❌ Tidak cocok untuk produk impulsif.
5. Kenapa Pemilihan Platform Jadi Penentu Utama?
Platform ibarat “rumah digital” bisnis Anda. Salah memilih bisa menguras tenaga dan modal. Fokus ke 1–2 platform jauh lebih efektif dibanding mencoba semua sekaligus. Dengan fokus dan mengetahui perbandingan marketplace pada platform shopee vs tokopedia vs tiktok shop sebelum memutuskan, Anda bisa:
- Memahami algoritma dan cara kerja platform lebih dalam.
- Memaksimalkan fitur gratisan dan promosi dengan lebih efisien.
- Menghindari kehabisan energi karena mengurus terlalu banyak channel.
Baca Juga : Platform Jualan Online Terbaik dan Efektif di Tahun 2025
6. Tren Baru, Social Commerce vs Marketplace Konvensional
TikTok Shop membawa tren social commerce yang mengubah pola belanja. Konsumen kini terbiasa menonton konten, lalu langsung membeli di dalam aplikasi. Tren ini membuat Shopee dan Tokopedia harus beradaptasi dengan menambah fitur live selling.
Namun, marketplace konvensional tetap punya keunggulan yaitu sistem logistik lebih matang, fitur manajemen toko lebih stabil, dan lebih dipercaya untuk produk kebutuhan sehari-hari.
Jadi, penjual harus memahami bahwa buyer behavior 2025 bukan hanya cari murah, tapi juga cari pengalaman belanja yang engaging.
7. Strategi Memilih Platform Sesuai Produk & Modal
- Produk impulsif & fashion → Cocok di TikTok Shop karena visual mudah menarik perhatian.
- Produk kebutuhan harian & repeat order → Pilih Shopee atau Tokopedia untuk stabilitas jangka panjang.
- Produk premium & branding → Tokopedia atau Instagram Shop bisa jadi opsi karena reputasi dan image.
- Seller modal terbatas → Fokus di TikTok Shop + WhatsApp Business untuk distribusi konten gratisan.
Tips tambahan: selalu uji coba dulu di satu platform. Jika hasilnya valid, baru scale up ke platform lain.
8. Studi Kasus Singkat, Penjual UMKM yang Bermigrasi & Menyesuaikan Platform
Seorang UMKM aksesoris awalnya hanya mengandalkan Shopee. Meski traffic besar, margin keuntungan menipis karena perang harga. Ia kemudian mencoba TikTok Shop dengan strategi live selling sederhana. Hasilnya? Penjualan naik 3x lipat, dan pembeli lebih loyal karena bisa melihat interaksi langsung saat live.
Pelajarannya jelas: tidak ada platform yang mutlak juara. Yang menentukan adalah strategi eksekusi.
9. Tidak Ada Jawaban Tunggal Platform Juara untuk Bisnis Anda
Dari perbandingan Shopee vs Tokopedia vs TikTok Shop, setiap platform punya peran:
- Shopee: traffic besar, cocok untuk produk massal.
- Tokopedia: lebih trusted, cocok untuk repeat order.
- TikTok Shop: unggul di engagement dan konten visual.
Jadi, juara bukanlah platformnya, melainkan strategi Anda dalam menggunakannya.
10. Ebook sebagai Panduan Lengkap
Masih bingung memilih platform jualan online 2025? Anda tidak sendiri. Solusi lengkapnya sudah dibahas dalam Ebook Formula Jualan Online dari Nol Sampai Cuan. Ebook ini membahas lebih detail strategi memilih platform, perbandingan marketplace, cara memaksimalkan fitur gratisan, hingga menghindari kesalahan mahal yang sering dilakukan seller.
Hubungi Beruang Digital via WhatsApp 0851-1763-6569 atau kunjungi www.beruangdigital.com untuk mendapatkan ebook ini sekarang juga.

