Dalam dunia konten digital yang semakin kompetitif, membuat konten tanpa riset ibarat menembak tanpa sasaran. Banyak kreator dan pebisnis konten merasa sudah konsisten upload, namun hasilnya tetap sepi engagement, minim konversi, bahkan tidak berkembang. Salah satu penyebab utamanya adalah kurang memahami perbedaan riset pasar dan riset audiens.
Riset menjadi fondasi penting agar konten yang dibuat tidak hanya ramai dilihat, tetapi juga relevan, tepat sasaran, dan berpotensi menghasilkan cuan. Dua jenis riset yang sering disebut namun masih sering tertukar adalah riset pasar dan riset audiens. Padahal, keduanya memiliki fokus, tujuan, dan peran yang berbeda dalam strategi konten.
Dengan memahami perbedaan riset pasar dan riset audiens dalam konten, kreator dapat menentukan topik, gaya penyampaian, hingga platform yang tepat. Artikel ini akan membahas secara lengkap pengertian masing-masing, perbedaannya, manfaatnya, hingga kapan sebaiknya digunakan agar konten yang di upload baik di tiktok ataupun sosial media lain tidak lagi sekadar “posting”, tetapi benar-benar strategis.
Apa Itu Riset Pasar?
Riset pasar adalah proses pengumpulan dan analisis data untuk memahami kondisi pasar secara luas. Dalam konteks konten digital, riset pasar digunakan untuk mengetahui apa yang sedang dibutuhkan, dicari, dan diminati oleh pasar secara umum, bukan individu tertentu.
Fokus utama riset pasar adalah:
- Tren yang sedang naik
- Permintaan pasar terhadap topik tertentu
- Celah atau peluang konten yang masih minim pesaing
- Pergerakan kompetitor dalam satu niche
Contoh sederhana riset pasar dalam konten adalah ketika seorang kreator ingin masuk ke niche keuangan. Ia akan mencari tahu topik apa yang sedang ramai dibahas, seperti investasi pemula, manajemen keuangan, atau side hustle. Data ini bisa diperoleh dari Google Trends, marketplace konten, atau media sosial.
Dalam pembahasan perbedaan riset pasar dan riset audiens, riset pasar berfungsi sebagai gambaran besar. Ia membantu menjawab pertanyaan: “Pasar sedang butuh konten tentang apa?” Tanpa riset pasar, konten berisiko dibuat pada niche yang sebenarnya tidak memiliki demand.
Apa Itu Riset Audiens?
Berbeda dengan riset pasar, riset audiens berfokus pada manusia yang mengonsumsi konten, bukan pasar secara luas. Riset audiens bertujuan memahami karakter, kebiasaan, kebutuhan emosional, hingga masalah spesifik yang dialami audiens.
Hal-hal yang biasanya dianalisis dalam riset audiens antara lain:
- Usia, profesi, dan latar belakang
- Masalah yang sering mereka hadapi
- Bahasa dan gaya komunikasi yang disukai
- Platform yang paling sering digunakan
- Jenis konten yang paling sering direspons
Dalam konteks perbedaan riset pasar dan riset audiens, riset audiens menjawab pertanyaan: “Siapa yang akan menonton konten ini dan bagaimana cara terbaik berbicara dengan mereka?”
Contohnya, dua kreator sama-sama membahas topik bisnis online. Namun audiens kreator A adalah mahasiswa, sedangkan kreator B adalah ibu rumah tangga. Konten, hook, hingga contoh kasus yang digunakan tentu akan berbeda, meskipun topiknya sama. Di sinilah peran penting riset audiens dalam dunia konten.
Perbedaan Riset Pasar dan Riset Audiens dalam Dunia Konten
Agar lebih mudah dipahami, berikut penjelasan inti mengenai perbedaan riset pasar dan riset audiens dalam dunia konten:
1. Dari sisi tujuan
- Riset pasar bertujuan mengetahui peluang dan demand konten di pasar.
- Riset audiens bertujuan memahami siapa yang mengonsumsi konten tersebut.
2. Dari sisi fokus
- Riset pasar fokus pada tren, niche, dan kompetitor.
- Riset audiens fokus pada perilaku, kebutuhan, dan preferensi audiens.
3. Dari sisi waktu penggunaan
- Riset pasar biasanya dilakukan di awal sebelum menentukan niche.
- Riset audiens dilakukan secara berkelanjutan selama konten berjalan.
4. Dari sisi hasil
- Riset pasar menghasilkan ide besar dan arah konten.
- Riset audiens menghasilkan pendekatan, gaya, dan format konten.
Memahami perbedaan riset pasar dan riset audiens membantu kreator tidak salah langkah. Riset pasar tanpa riset audiens membuat konten terasa kaku dan tidak “ngena”. Sebaliknya, riset audiens tanpa riset pasar berisiko membuat konten yang disukai audiens tetapi tidak punya potensi berkembang secara bisnis.
Tujuan dan Manfaat Riset Pasar untuk Konten
Riset pasar memiliki peran strategis dalam memastikan konten memiliki peluang untuk tumbuh. Dalam pembahasan perbedaan riset pasar dan riset audiens, riset pasar menjadi fondasi awal sebelum konten dibuat secara konsisten.
Manfaat utama riset pasar untuk konten antara lain:
- Membantu menentukan niche yang memiliki demand tinggi
- Menghindari topik konten yang sepi peminat
- Mengetahui tren yang sedang naik sebelum terlambat
- Memahami posisi konten dibandingkan kompetitor
- Menjadi dasar validasi ide konten sebelum produksi besar-besaran
Sebagai contoh, riset pasar dapat menunjukkan bahwa konten tentang “personal branding” sedang meningkat. Informasi ini membantu kreator menentukan arah besar kontennya. Tanpa riset pasar, konten bisa saja dibuat berdasarkan asumsi pribadi yang belum tentu sesuai dengan kebutuhan pasar.
Dengan memahami perbedaan riset pasar dan riset audiens, kreator dapat menempatkan riset pasar sebagai alat untuk melihat peluang besar sebelum masuk ke tahap pendalaman audiens.
Tujuan dan Manfaat Riset Audiens untuk Konten
Jika riset pasar membantu menentukan apa yang dibahas, maka riset audiens membantu menentukan bagaimana cara membahasnya. Inilah inti lain dari perbedaan riset pasar dan riset audiens.
Manfaat riset audiens dalam dunia konten meliputi:
- Meningkatkan engagement karena konten terasa relevan
- Membantu menentukan hook yang tepat
- Menyesuaikan gaya bahasa dan storytelling
- Membangun kedekatan emosional dengan audiens
- Meningkatkan kepercayaan dan loyalitas
Sebagai contoh, hasil riset audiens menunjukkan bahwa audiens lebih menyukai konten singkat, lugas, dan langsung ke poin. Maka, kreator bisa menyesuaikan format kontennya menjadi video pendek dengan hook kuat di awal.
Tanpa riset audiens, konten berpotensi terasa “jauh” dan tidak personal. Oleh karena itu, memahami perbedaan riset pasar dan riset audiens membantu kreator menyatukan data dan empati dalam satu strategi konten yang efektif.
Kapan Harus Menggunakan Riset Pasar dan Riset Audiens?
Banyak kreator bingung harus mulai dari mana. Dengan memahami perbedaan riset pasar dan riset audiens, penentuan urutan menjadi lebih jelas.
Gunakan riset pasar ketika:
- Baru ingin menentukan niche konten
- Ingin melihat peluang pasar baru
- Merencanakan ekspansi atau monetisasi
Gunakan riset audiens ketika:
- Konten sudah berjalan tetapi engagement rendah
- Ingin meningkatkan kedekatan dengan audiens
- Ingin mengoptimalkan hook dan storytelling
Idealnya, keduanya digunakan secara bersamaan. Riset pasar membantu melihat peluang besar, sedangkan riset audiens memastikan konten tersebut benar-benar relevan bagi orang yang menontonnya.
Rekomendasi Belajar Memahami Riset Konten Lebih Dalam Bersama Beruang Digital
Agar tidak berhenti di teori, memahami perbedaan riset pasar dan riset audiens perlu dilanjutkan dengan praktik nyata. Di sinilah Beruang Digital hadir sebagai platform edukasi konten yang membantu kreator dari nol.
Keunggulan Beruang Digital:
- Fokus pada konten berbasis data dan riset
- Cocok untuk kreator pemula dan UMKM
- Materi disusun praktis dan mudah diterapkan
Melalui ebook “Mulai Kontenmu dari Nol Sampai Cuan”, pembaca akan mempelajari:
- Cara riset pasar dan audiens secara praktis
- Menentukan niche yang tepat
- Mengubah insight riset menjadi konten yang cuan
Ebook ini relevan bagi siapa saja yang ingin serius membangun konten, bukan sekadar ikut tren.
Baca Juga : Panduan Lengkap Cara Riset Pasar untuk Kebutuhan Konten ataupun Iklan!
Riset Pasar dan Riset Audiens Saling Melengkapi
Memahami perbedaan riset pasar dan riset audiens adalah langkah penting bagi siapa pun yang ingin membangun konten secara berkelanjutan. Riset pasar membantu melihat peluang, sedangkan riset audiens memastikan konten tepat sasaran.
Keduanya bukan untuk dipilih salah satu, tetapi digunakan bersama. Dengan riset yang tepat, konten tidak hanya konsisten, tetapi juga relevan, berdampak, dan berpotensi menghasilkan cuan. Saatnya berhenti membuat konten berdasarkan tebakan, dan mulai membangun strategi konten berbasis riset. 🚀
Konsultasi dengan tim Beruang Digital sekarang, hubungi :
Nomor Telepon/Whatsapp 0851-1763-6569 atau,
Website Eesmi www.beruangdigital.id

